Aku belum tahu akan ke mana, tapi aku sedang menuju ke sana
Jatuh ke dalam keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya. Bukankah lawan dari kata "jatuh" adalah "bangkit"?
Seperti manusia pada umumnya, jatuh bangun adalah hal yang wajar. Aku tumbuh bersama serpihan luka, dan itu membentukku jadi pribadi yang lebih kuat secara batin, meski mungkin, aku jadi sedikit menarik diri dari keramaian.
Rasa tertinggal, atau bahkan seolah dunia berhenti sesaat, adalah masa yang sulit. Tapi perlahan bisa teratasi, dengan kekuatan doa dan usaha.
Perasaan itu sering muncul ketika aku melihat sekeliling, teman-teman, keluarga, atau bahkan orang asing di layar kaca yang menunjukkan pencapaian mereka.
Lama-lama, aku sadar, sesuatu harus diubah dalam hidupku. Dan semua itu berawal dari sebuah rencana kecil.
Dari satu plan ke plan lain, aku mulai melangkah. Dorongan itu bukan karena iri, tapi karena aku ingin menciptakan masa depan yang berarti.
Untuk aku, di masa yang akan datang…
Entah akan menjadi seperti apa dirimu nanti,
akankah semua rencana kecil yang dulu ditulis dengan jari-jari yang rapuh, mulai satu per satu terwujud?
Ini aku, versi masa lalu yang sedang berjuang.
Aku akan menunggumu, untuk kita bisa bertemu kembali
di masa yang baru.
Komentar
Posting Komentar